7 Kebiasaan Buruk yang Mendarah Daging Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

7 Kebiasaan Buruk yang Mendarah Daging Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

Kali ini situstaruhanbolaterpercaya inginkan ngebahas tentang kelaziman buruk yang telah mendarah daging namun tidak disadari. Kalian sadar nggak sih? Banyak banget kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat kalian lihat disekitar kalian. Atau kalian sih hanya menanggap tersebut semua biasa aja?

Yuk cek kelaziman buruk mana yang hingga sekarang anda lakukan dan anda nggak sadar bakal hal itu.

1. Ngemil sih boleh, tapi telah jadi kebiasaan kali yah buang sampah tidak pada tempatnya

Anyway kalian tidak jarang lah yah yang namanya ngemil. Lagipula tidak terdapat larangannya pun kan? Hal satu ini tidak pernah lepas dari kehidupan kita-sehari-hari. Tapi entah kenapa kesadaran untuk melemparkan sisa atau bekas santap seperti plastik atau botol atau format lainnya tidak jarang kali di sembarangan tempat. Kebiasaan ini kelihatannya sudah mendarah daging dan sudah menjadi budaya. Padahal telah disediakan disudut-sudut lokasi tempat sampah, namun masih saja tidak jarang kali acuh.

7 Kebiasaan Buruk yang Mendarah Daging Ini Bikin Geleng-geleng Kepala
7 Kebiasaan Buruk yang Mendarah Daging Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

A: Eh, dimana yah lokasi sampah?

B: Posisinya terdapat bertepatan tidak jauh dari pohon tersebut (sambil menunjuk ke arah pohon).

A: Beuh jauh amat (sambil melemparkan sampah di sembarang tempat. Harus berlangsung kesana sementara harus memburu waktu).

2. Janjian atau menghadiri pertemuan tidak tepat waktu, alias tukang ngaret!

Mengulur ulur masa-masa janjian. Entah sadar nggak sadar kelaziman ini tidak jarang dijumpai dilingkungan anda sekitar. Hal ini dapat kita lihat, contohnya kadang bila ada acara. Yang tidak jarang terjadi yakni yang di undangnya tidak tepat masa-masa (datangnya) atau ngaret. Kadang dari yang pengundangnya sendiri yang justeru ngulur-ngulur masa-masa alias ngaret dalam mengawali acara. Ini udah tentu banget anda pernah merasakan dalam sebuah acara semacam seminar, atau rapat yang laksanakannya di mulai jam 08:30, namun tetap aja pada prakteknya molor waktu dibuka pelaksanaanya pada jam 10:00. Intinya kelaziman buruk ini, banyak sekali paling jago dalam hal menciptakan janji. Tapi pelaksanaanya? You know so well lah

3. Berpikir guna kesekian kalinya, urusan ini memang benar adanya yakni tidak disiplin!

Kita dapat bercermin untuk orang-orang yang berhasil yaitu mereka orang yang tidak jarang kali mentaati disiplin dan peraturan. Baik ketentuan yang diciptakan untuk diri sendiri maupun ketentuan Agama dan ketentuan Negara. Sementara di lingkungan selama kita kelihatannya kebudayaannya tidak-berdisiplin dan melanggar hukum dan ketentuan sudah mendarah daging pada kebiasaan kita.

Saya pernah mendengar bahwa “peraturan sengaja diciptakan untuk dilanggar”. Ada benernya pun dari semboyan namun “Bukan ketentuan namanya bila tidak dilanggar” mbokk ya bila terus menerus melanggar peraturan tersebut namanya salah kaprah. Misalnya saja mengambil pajak dari saudagar kaki lima, menerima duit dalam permasalahan suap, tilang menilang, hingga hal-hal berskala besar.

4. Pengennya yang enak-enak aja. Ya kali inginkan jadi orang sukses, namun usaha tidak ada, melulu mau yang instan!

Banyak banget cita-cita orang yang diimpikan, tetapi mereka melulu ingin segala sesuatu halnya tanpa bekerja keras. Bisa dibilang orang-orang melulu ingin menggunakan cara-cara instan untuk menjangkau tujuan.

“Dikiranya hidup ini laksana mie instant kali ya, air mendidih di masak kemudian di sajikan”.

Orang-orang pemalas sebab tidak inginkan berkeringat, tidak kreatif sebab tidak inginkan berfikir, pengecut sebab tidak berani menerima tantangan. Orang-orang laksana ini tidaklah pantas untuk memikul tugas dan menerima tanggung jawab apapun. Mungkin saja mayoritas dari masyarakat anda ini lebih memilih cara-cara instan sampai-sampai seperti berikut jadinya negara kita.

5. Waktu terbuang dengan sia-sia, sebab mageran alias males

Kebiasaan buruk lainnya ialah bermalas-malasan atau mageran. Kebanyakan dari beberapa orang memilih istirahat dan bermalas-malasan untuk memenuhi waktu luang yang mereka miliki. Coba deh simaklah di lingkungan selama kalian, ketika ada tugas atau kegiatan yang seharusnya ditamatkan secepatnya sebelum deadline tersebut datang.

“Mereka tidak jarang kali bilang “Gue Males ah, entaran aja ngerjainnya”.

Dan saat jadwal mereka mendekati deadline, baru deh pusing tujuh keliling dan kelimpungan sendiri karena kerjaan yang ditumpuk terus menerus. Kalo udah kayak gini, siapa yang inginkan disalahin? Repot deh!

6. Tidak inginkan antri

Another bad habits or culture, kelaziman buruk ini tidak jarang terjadi di tempat-tempat umum khususnya di tempat-tempat transportasi publik yang membutuhkan antrian. Semua berebut, mementingkan diri sendiri, tidak menyimak perasaan orang yang didahuluinya. Sampai-sampai mesti berdesak-desakkan supaya mendapatkan sangat kesatu gilirannya. Heran deh, jajaki bayangkan bila kita tertib tersebut pasti bakal terasa lebih nyaman dan tentram hidup ini. Semua tentu ada bagiannya masing-masing, jadi nggak perlu cemas kalo mesti rela mengantri.

7. Sering protes tidak dapat kemudahan yang mencukupi giliran dikasih justeru merusak kemudahan umum

Guys, kalian dapat lihat dilingkungan sekitar. Banyak sekali orang-orang yang lahir di dekat kita dengan sekian banyak macam keterampilan dan kekreatifan seseorang. Kalian tentu sadar banget bakal hal ini “kreatif tidak dilarang” tapi bila sudah “merusak sarana public” tersebut namanya bukan kreatif. Kadang creative tidak jarang disalah pakai dalam pemakaiannya ke arah yang salah. Kejadian ini dapat kita lihat untuk banyaknya masyarakat anda yang doyan melempar-lempar batu ke arah kereta api, mencoret-coret.

Tidak seluruh orang berperilaku diatas, tetapi ada baiknya andai kita meninggalkan sejumlah hal diatas. Jika kita hendak menjadi individu yang lebih baik. Mari anda saling mengingatkan guna berbenahlah pada diri sendiri, demi kebajikan diri anda dan negara kita. Marilah anda tinggalkan hal-hal buruk yang bisa merugikan diri kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *