5 Komunitas Sosial Pendidikan di Makassar

5 Komunitas Sosial Pendidikan di Makassar

Hai orang muda!

Masa muda sebagai usia sangat produktif paling tidak tepat untuk dikuras dengan membuang-buang waktu. Gunakanlah masa-masa produktif tersebut untuk belajar tidak sedikit hal.

Bergabung di komunitas sosial ialah salah satu jalan guna belajar sekian banyak hal. Untuk anda di Makassar, sangat tidak sedikit komunitas guna mengembangkan diri.

5 Komunitas Sosial Pendidikan di Makassar
5 Komunitas Sosial Pendidikan di Makassar

1. Sahabat Indonesia Berbagi (SIGi) Makassar

Komunitas yang berdiri semenjak 3 November 2012 ini ialah komunitas sosial yang tidak sedikit bergerak di bidang pendidikan.

Berbagai pekerjaan telah dilaksanakan, yakni Project Berbagi (PB) yang merupakan pekerjaan berbagi keceriaan guna anak-anak di panti asuhan atau di tempat-tempat yang membutuhkan. Biasanya PB ini dilakukan sekali dalam 3 bulan. Ada pun kelas pilihan yang dilakukan setiap hari minggu yang dikemas dengan nama ruang belajar CARAKDE.

2. Ikatan Pemuda Peduli Sosial (IKASA) Makassar

Ikatan Pemuda Peduli Sosial (IKASA) ialah sebuah organisasi pemuda di Makassar yang bergerak di bidang budaya, lingkungan dan sosial.

3. Aksi Indonesia Muda

Aksi Indonesia Muda (AIM) adalah NGO yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat marginal dan edukasi informal guna sekolah dasar.

Komunitas yang beralamat di Jalan Dangko, Tamalate Makassar ini pun sedang mengembangkan kepedulian tidak sedikit orang melewati #speakupforbullying. –sbobet terpercaya

4. Aliansi Remaja Independen (ARI) Sulawesi Selatan

ARI Sulawesi Selatan adalahsebuah komunitas berbasis pemuda yang konsentrasi pada sekian banyak isu kesehatan dan pendidikan. Komunitas ini pun telah tidak sedikit berkolaborasi dengan komunitas-komunitas sosial lainnya di Makassar.

5. Komunitas Pecinta Anak Jalanan

Komunitas Pecinta Anak Jalanan atau yang biasa dinamakan KPAJ, berdiri pada tanggal 15 Februari 2010 melewati media sosial (facebook), ialah komunitas yang terbentuk dari keresahan menyaksikan anak-anak jalanan, yang dalam umur sekolah mereka turun ke jalan untuk menggali sesuap nasi. Padahal sering dari mereka memiliki potensi besar dan mereka pun mempunyai hak untuk mendapat pendidikan dan pengajaran laksana halnya anak-anak yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *