5 Keuntungan Gabung Komunitas Sosial Apapun Kerjaanmu Sekarang

5 Keuntungan Gabung Komunitas Sosial Apapun Kerjaanmu Sekarang

“Aku inginkan jadi sopir truk, Kak.”

“Kalau aku jadi tukang bangunan.”

Sesederhana itu. Iya, itu ialah impian sejumlah siswa yang pernah saya kunjungi di wilayah pedalaman. Jujur, dua profesi tersebut yang sampai kini masih tertanam di pikiran saya. Saat yang beda berlomba-lomba inginkan jadi dokter, polisi, guru, atau astronot, mereka cuma inginkan itu, nggak inginkan aneh-aneh, nggak inginkan muluk-muluk. Sedih sih, sebab sepertinya mereka tetap takut bermimpi, fobia harapannya ketinggian. Meskipun mulut saya hingga berbusa ngasih tahu mereka bila di dunia ini terdapat sejuta profesi yang dapat diraih asal punya kemauan, mereka masih kukuh, inginkan jadi kayak orangtuanya. Jeng!

Cuplikan kisah di atas saya alami ketika dapat kesempatan berangjangsana ke suatu sekolah terpencil di Wonosobo. Yap, ketika ini di samping sibuk jadi agen bola online terpercaya, saya pun aktif di suatu komunitas sosial yang konsentrasi pada edukasi di wilayah pedalaman. Saya heran sendiri sih mengapa orang yang masa-masa KKN bila didekati anak-anak justeru sembunyi, kini jadi suka banget kluyuran ke SD-SD di pelosok bikin ngajar! Tapi sejauh yang saya tahu, ‘jalaran saka kulina‘ ternyata nggak hanya berlaku untuk insan-insan muda sarat gelora asmara.

Nah, masa-masa giliran mencatat Hipwee Jurnal tiba, saya kepikiran buat kisah soal seribu guna kulit manggis yang sekarang ada ekstraknya. Nggak deng. Saya ingin kisah soal keuntungan-keuntungan yang dapat diraih bila gabung komunitas sosial walau udah jadi pekerja kantoran. Walau sebetulnya harus habis-habisan penuh peluh dan darah buat untuk waktu, namun sederet benefitnya ini jelas nggak dapat dibayar gunakan semangkuk Marugame Udon sekalipun!

5 Keuntungan Gabung Komunitas Sosial Apapun Kerjaanmu Sekarang
5 Keuntungan Gabung Komunitas Sosial Apapun Kerjaanmu Sekarang

1. Nggak cuma meningkatkan anak aja yang dapat nambah rezeki, meningkatkan relasi juga dapat lho! Kamu pun jadi punya peluang belajar lebih banyak

 

Sebenarnya gabung di komunitas apapun asal bukan komunitas anti Ayu Ting Ting-Ayu Ting Ting Club akan ngasih pelbagai keuntungan sih, salah satunya meningkatkan relasi. Kalau relasi kian luas, pasti aja kesempatan anda buat belajar dapat lebih banyak. Apalagi kalau tersebut bukan komunitas kampus. Orang yang terdapat di dalamnya dapat dari sekian banyak macam latar belakang, suku, agama, budaya, kebiasaan, dan teknik pandang. Belum lagi bila jadi anak komunitas tuh udah tentu jadi kenal sama tidak sedikit orang dari komunitas lain. Bisa dibayangkan alangkah melimpahnya peluang buat cari jodoh (lho).

2. Kamu juga dapat belajar teknik untuk bersyukur lewat kegiatan-kegiatan sosial seperti melatih atau berbagi ke adik-adik di pelosok negeri

 

Dibanding hanya sibuk mantengin galeri Instagram artis-artis yang kayaknya nggak pernah absen mengembara luar negeri, mending kamu susunan komunitas sosial deh. Ya bikin apa gitu punya peluang hidup sekali doang cuma digunakan buat berlomba-lomba beli tas baru, karena habis lihat Kendall Jenner upload tas kece-nya. Atau jauh-jauhan liburan yang merogoh kocek sedalam samudera, sesudah tahu temannya baru kembali dari Skotlandia. Wah di samping nggak bakal ada habisnya, menuruti nafsu tuh cuma akan semakin menciptakan kita lupa metodenya bersyukur.

3. Jadi anak komunitas itu akan memperluas kesempatan dapat diundang ke radio atau jadi penceramah di tidak sedikit acara lho

 

Apalagi bila kamu menjabat sebagai anggota di divisi humas atau eksternal. Tentu kesempatanmu untuk dapat bicara di depan publik bakal semakin besar. Banyak lho media massa yang tertarik bikin ngobrol sama orang-orang komunitas sosial dan buat liputan tentang pekerjaan mereka. Begitu juga instansi pendidikan. Mereka pun sering minta pertolongan kami bikin ngasih materi semangat dan sejenisnya. Nah peluang emas ini dapat kamu manfaatkan bikin melatih keterampilan public speaking-mu. Biar nggak kagol ketika suatu hari mesti melamar pujaan hati. Ceileh!

4. Gabung di komunitas bisa buat kamu jadi lebih peduli sama isu-isu sosial lho. Sesekali nggak hanya hidup sendiri aja yang dipikirin

 

Terlalu sibuk sama dunia sendiri akan bikin anda ‘buta’ sama dunia sekitar. Kamu nggak bakal sadar bila ternyata masih tidak sedikit orang berkekurangan yang perlu dibantu. Kamu nggak bakal sadar bila pendidikan di negeri tersayang ini masih jauh dari kata baik. Kamu pun nggak bakal sadar bila adik-adik di terpencil harus menantikan sumbangan sepatu dulu bila mau punya sepatu baru. See? Dunia nggak hanya soal harga barang family Raffi Ahmad lho!

5. Jadi pekerja kantoran yang pun aktif di komunitas sosial jelas menuntut buat dapat pintar-pintar untuk waktu. Di sini time-management skill-mu akan otomatis terasah

 

Memang sih awal-awal akan susah lagipula kalau sebelumnya anda nggak terbiasa sibuk (kayak saya). Jadi berasanya masa-masa istirahat tersebut terpangkas gila-gilaan. Kalau dulu anda biasa disibukkan dengan leyeh-leyeh-yang-kalau-nggak-jam 12 siang-nggak-bangun ketika weekend, kini kita mesti rela melewatkannya sebab kudu rapat atau blusukan. Kadang kembali kantor pun masih terdapat aja yang mesti diurus. Dan baru dapat pulang jam 9-10an malam.

Capek sih, lagipula nggak ditunaikan kan. Tapi bila lihat keuntungannya, akan sebanding kok sama masing-masing usahamu. Ingat, di dunia ini yang instan tersebut cuma Indomie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *